BENAR-BENAR MEMPERCAYAI ALLAH (MAZMUR 32:8)
Mazmur 32 ditulis oleh Daud sebagai mazmur pertobatan yang menyingkapkan betapa besar berkat yang diterima ketika dosa diampuni dan hati kembali dekat kepada Allah. Pada ayat 8, Allah berbicara secara langsung, menjanjikan bimbingan, pengajaran, dan perhatian-Nya bagi setiap orang yang mau kembali dan mempercayai-Nya. Ini menunjukkan bahwa hubungan dengan Allah bukan hanya soal pengampunan, tetapi juga tentang penyertaan dan pengarahan yang penuh kasih.
Benar-benar mempercayai Allah bukan sekadar berkata “aku percaya”, tetapi hidup dalam ketundukan dan kesediaan dibimbing oleh-Nya. Dalam Mazmur 32:8, Allah menjanjikan tiga hal penting bagi setiap orang yang percaya:
- Pengajaran: Allah mau mendidik kita,
mengajarkan kebenaran-Nya, dan memperluas pengertian kita tentang hidup.
- Tuntunan: Allah menunjukkan jalan yang
harus ditempuh, bukan hanya arah secara umum, melainkan langkah demi
langkah yang perlu kita jalani.
- Perhatian pribadi: Dengan mata-Nya yang
tertuju kepada kita, Allah menyertai dengan kasih dan perhatian yang tidak
pernah lalai.
Dalam
menghadapi berbagai keputusan hidup baik mengenai pekerjaan, keluarga,
pelayanan, maupun masa depan kita diajak untuk menyerahkan dan mempercayakan
semuanya kepada Tuhan. Berdoalah bukan hanya untuk meminta hasil, tetapi juga
untuk memohon bimbingan. Jangan mengandalkan logika atau perasaan semata,
melainkan mintalah agar Tuhan menunjukkan jalan-Nya.
Sering
kali, kepercayaan sejati diuji ketika jalan yang Tuhan tunjuk berbeda dari apa
yang kita inginkan. Namun, orang yang benar-benar mempercayai Allah akan tetap
melangkah dengan tenang, sebab ia tahu bahwa Allah yang memimpin tidak pernah
salah.
Yesus Kristus adalah perwujudan sempurna dari janji Allah dalam Mazmur 32:8. Ia datang sebagai Guru yang mengajar jalan kehidupan, Penuntun yang setia, dan Gembala yang mengenal setiap domba-Nya secara pribadi. Ketika kita mempercayai Yesus, kita sedang percaya kepada Allah yang menyertai, mengarahkan, dan memelihara. Di dalam Kristus, kita tidak pernah berjalan sendiri. Ia memegang tangan kita, membimbing setiap langkah kita, dan tidak pernah melepaskan kita.
“PERCAYA SEPENUHNYA KEPADA ALLAH BERARTI BERANI
MELANGKAH, BAHKAN KETIKA KITA BELUM TAHU KE MANA ARAH JALAN ITU MEMBAWA KITA.”
Sumber
- BENAR-BENAR MEMPERCAYAI ALLAH oleh EV. FERONI HULU, S.Th
- Youtube GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- Web GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar