JANGAN TAKUT, AKU MENYERTAI! (YESAYA 41:10)

 

Pernahkah kita merasa seperti berjalan di jalan gelap sendirian?
Mungkin kita gelisah karena masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, atau masa depan yang tidak pasti. Bayangkan seorang anak kecil yang takut berjalan di malam hari. Namun, ketika ia menggenggam tangan ayahnya, rasa takut itu lenyap. Mengapa? Karena ada seseorang yang lebih kuat menyertainya. Begitu pula dengan kita. Hidup ini tidak selalu terang benderang terkadang penuh bayangan kekhawatiran dan ketakutan. Tetapi Allah berkata dengan lembut, “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10).

Kitab Yesaya ditulis pada masa ketika bangsa Israel mengalami pembuangan dan penderitaan. Mereka merasa ditinggalkan oleh Tuhan, seolah-olah Allah tidak lagi peduli pada mereka. Pasal 41 merupakan pesan penghiburan bagi bangsa yang sedang takut menghadapi kekuatan bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Melalui nabi Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa Dia adalah Allah yang setia yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan di tengah situasi paling gelap sekalipun.

Makna “Tuhan Menyertai”

1. Tuhan Hadir dalam Setiap Situasi

Penyertaan Tuhan tidak berarti jalan hidup kita akan selalu mulus.
Artinya, Allah hadir di tengah badai kehidupan. Dia bukan sekadar penonton, melainkan Penolong yang aktif bekerja menuntun kita melewati segala kesulitan.

2. Tuhan Menopang dengan Kuasa-Nya

Kata “meneguhkan” dan “menolong” dalam Yesaya 41:10 menunjukkan bahwa Allah bertindak nyata menopang umat-Nya. Ketika kita lemah, tangan-Nya menguatkan. Ketika kita goyah, kasih-Nya meneguhkan langkah kita.

3. Tuhan Memberikan Kemenangan

Penyertaan Tuhan tidak berhenti pada masa kini. Ia juga membawa kita menuju janji kemenangan di masa depan. Setiap proses yang kita lalui bersama-Nya tidak akan berakhir dengan kekalahan, tetapi dengan kemuliaan.

Janji dalam Yesaya 41:10 menemukan penggenapan yang sempurna dalam diri Yesus Kristus. Yesus adalah Immanuel (Matius 1:23), wujud nyata dari janji penyertaan Allah. Dalam diri-Nya, Allah turun dan tinggal bersama manusia. Di kayu salib, Yesus menunjukkan bahwa Ia rela menyertai kita sampai titik terdalam penderitaan manusia. Melalui kebangkitan-Nya, Ia menegaskan bahwa penyertaan-Nya membawa kemenangan atas dosa dan maut.

Setelah Yesus naik ke surga, Ia tidak meninggalkan kita sendirian.
Ia mengutus Roh Kudus untuk menyertai, menuntun, dan menguatkan kita setiap hari (Yohanes 14:16). Roh Kudus adalah bukti bahwa Allah tetap hadir di setiap langkah hidup kita. Ketika Allah berkata, “Aku menyertai engkau,” itu bukan sekadar janji kosong. Kita melihat puncak dari janji itu dalam Kristus yang hidup bersama kita, menderita bagi kita, dan memberikan kemenangan bagi kita.

Maka, jangan takut. Apapun yang sedang kita hadapi hari ini, badai, kegelisahan, atau masa depan yang tidak pasti Tuhan berjalan bersama kita. Tangan-Nya tidak pernah lemah, dan kasih-Nya tidak pernah berhenti menopang.

KETIKA TANGAN TUHAN MENGGENGGAM HIDUPMU, KETAKUTAN TIDAK LAGI BERKUASA KARENA PENYERTAAN-NYA LEBIH BESAR DARI SEGALA KECEMASANMU.

Sumber

  • Jangan Takut, Aku Menyertai! oleh Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th
  • Youtube GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • Web GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penyusun: 

Shinta Lestari Zendrato, S.Th


Komentar

Postingan Populer