RENCANA KESELAMATAN ALLAH DIMULAI (KEJADIAN 3:15 )
Ayat ini sering disebut
sebagai kabar baik pertama yang dinyatakan Allah. Setelah manusia jatuh ke
dalam dosa di Taman Eden, Allah tidak langsung menghancurkan mereka.
Sebaliknya, Ia memberikan janji tentang keselamatan.
Di tengah kegagalan manusia,
Allah menanamkan sebuah harapan: akan datang seorang keturunan perempuan
yang akan mengalahkan kuasa si jahat. Dari titik inilah rencana keselamatan
Allah dimulai, sebuah rencana yang pada akhirnya digenapi melalui kedatangan
Yesus Kristus.
Beberapa tahun lalu, saya
pernah merasa bahwa hidup saya sangat gagal. Saya jatuh dalam dosa yang sama
berulang kali, dan saya berpikir bahwa Tuhan telah menyerah terhadap saya.
Namun, saat membaca Kejadian 3:15 saya tersadar bahwa bahkan ketika manusia
pertama jatuh, Allah tidak menyerah. Ia justru langsung memulai rencana
penyelamatan.
Dari situ saya belajar bahwa
kasih Allah tidak berhenti pada kegagalan saya. Melalui Yesus, saya bukan lagi
korban dosa, tetapi pemenang, karena Dia telah menang bagi saya. Kini, setiap
kali saya tergoda untuk menyerah, saya mengingat satu hal: keselamatan Allah
sudah dimulai, dan saya adalah bagian dari karya tersebut.
Yesus adalah penggenapan
janji dalam Kejadian 3:15. Melalui kelahiran-Nya dari seorang perempuan, Maria,
Yesus datang bukan dengan kekuatan dunia, melainkan dengan kerendahan hati. Ia
meremukkan kepala si jahat bukan dengan pedang, tetapi melalui salib dan
kebangkitan-Nya. Ketika Yesus mati di kayu salib, tampaknya iblis menang—tumit
Yesus “diremukkan”. Namun, pada hari ketiga Yesus bangkit, menaklukkan maut,
dan menghancurkan kuasa dosa untuk selama-lamanya. Yesus menunjukkan kepada
kita bahwa kemenangan sejati datang melalui ketaatan dan pengorbanan, bukan
melalui kekuasaan atau balas dendam.
Kisah dalam Kejadian 3:15
mengingatkan kita bahwa sejak awal dunia berdosa, Allah telah memiliki rencana
untuk menyelamatkan manusia. Ini berarti hidup kita bukanlah kebetulan. Di
dalam Kristus, kita memiliki harapan baru. Tidak peduli sedalam apa pun kejatuhan
kita, Allah tidak pernah berhenti mengasihi dan memulihkan.
Tugas kita hari ini adalah:
- Menjalani hidup dengan iman dan ketaatan,
sebagaimana Yesus telah meneladankannya.
- Menjadi saksi kasih Allah di tengah dunia
yang penuh dosa.
- Mengingat bahwa kemenangan atas dosa
bukan karena kekuatan kita, melainkan karena karya Kristus di kayu salib.
Rencana keselamatan Allah
telah dimulai di Taman Eden, digenapi di kayu salib, dan terus berlanjut dalam
hidup setiap orang yang percaya. Mari hidup dalam kemenangan itu bukan karena
kita hebat, tetapi karena Kristus telah menang bagi kita.
TETAPLAH
MELANGKAH, SEBAB SETIAP PROSES YANG KAU JALANI HARI INI SEDANG MEMBENTUK DIRIMU
MENJADI LEBIH KUAT DAN LEBIH BIJAKSANA.
Sumber
- RENCANA KESELAMATAN ALLAH DIMULAI oleh EV. YOGO ISMANTO, S.E., S.Th., M.TH
- Youtube GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- Web GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
- Penyusun:
Shinta Lestari Zendrato, S.Th


Komentar
Posting Komentar