JANJI MESIAS YANG AKAN DATANG (YESAYA 9:5 )
Banyak
janji manusia gagal karena lupa, lemah, atau berubah hati. Namun ada satu janji
yang tidak pernah gagal yaitu janji Allah. Ratusan tahun sebelum Yesus lahir,
Tuhan sudah berfirman melalui nabi Yesaya bahwa akan datang seorang Anak yang
akan menjadi Raja Damai. Meskipun waktu berlalu, bangsa berganti, dan dunia
berubah, janji itu tetap hidup. Natal adalah bukti nyata bahwa Tuhan tidak
pernah membatalkan rencana kasih-Nya.
Nubuat
ini disampaikan sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Yesus. Pada masa itu,
bangsa Israel berada dalam situasi gelap dan tertekan karena penindasan bangsa
Asyur. Dalam kondisi yang terpuruk inilah Tuhan berbicara melalui Yesaya,
memberikan peringatan, penghakiman, sekaligus pengharapan. Allah menyalakan
cahaya di tengah kegelapan akan datang seorang Raja ilahi yang memerintah
dengan keadilan dan damai sejahtera.
Yesaya
dikenal sebagai “nabi Injil” karena begitu banyak nubuatnya menunjuk langsung
kepada Mesias. Pada pasal 9, bangsa itu digambarkan hidup dalam “kegelapan
besar,” tetapi Tuhan menjanjikan terang yang akan datang—seorang Anak, seorang
Putra—yang akan membawa pemulihan sejati bagi umat-Nya.
Ayat
ini merupakan salah satu nubuat paling jelas tentang Mesias. Beberapa bagian
pentingnya adalah sebagai berikut.
- Seorang anak telah lahir untuk kita”
Bagian
ini menunjuk pada kemanusiaan Sang Mesias. Ia lahir sebagai manusia sejati.
Kata “untuk kita” menegaskan tujuan kelahiran-Nya: keselamatan manusia, bukan
sekadar peristiwa sejarah.
- Seorang putra telah diberikan untuk kita”
Kata
“diberikan” menekankan keilahian dan inisiatif Allah. Putra ini bukan hadir
karena kehendak manusia; Ia adalah anugerah kasih Allah.
- Lambang pemerintahan ada di atas bahunya
Bahu-Nya
kuat menanggung pemerintahan. Tidak seperti pemimpin dunia yang lemah dan
berubah-ubah, Mesias memerintah dengan kuasa, keadilan, dan moralitas yang
sempurna.
- Penasihat Ajaib
Ia
memiliki hikmat ilahi. Pengajaran-Nya tidak hanya benar, tetapi juga membawa
kehidupan dan pemulihan.
- Allah yang Perkasa
Gelar
ini tidak mungkin diberikan kepada manusia biasa. Mesias adalah Allah sendiri
yang datang ke dunia.
- Bapa yang Kekal
Gelar
ini bukan berarti Ia adalah Bapa dalam pengertian Pribadi Trinitas, tetapi Ia
bersifat kekal dan memelihara umat-Nya seperti Bapa yang sempurna.
- Raja Damai
Pemerintahan-Nya
tidak dibangun melalui kekerasan, tetapi melalui damai sejahtera sejati. Hanya
Dia yang dapat membawa rekonsiliasi antara manusia dan Allah.
Dalam satu pribadi, Allah dan manusia bersatu untuk membawa keselamatan. Natal adalah momen ketika janji Yesaya menjadi nyata. Di kandang yang sederhana, Allah menepati firman-Nya. Malaikat berseru kepada para gembala: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan” (Lukas 2:11). Bintang bersinar, para majus datang karena Sang Raja telah tiba. Yesus datang bukan hanya untuk lahir, tetapi untuk menebus. Palungan dan salib adalah dua sisi dari satu rencana besar: rencana pemulihan Allah bagi dunia. Natal menunjukkan kasih Allah yang turun ke dunia bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan (Yohanes 3:16).
Ingatlah bahwa Natal adalah bukti kesetiaan Allah. Jika Ia menepati janji-Nya tentang Mesias setelah ratusan tahun, Ia pun akan menepati janji-Nya dalam hidup kita. Jangan takut menunggu waktu Tuhan. Natal bukan hanya tentang hadiah, tetapi tentang Pribadi yang diberikan. Biarlah Yesus menjadi “Raja Damai” di dalam hati dan keluargamu.
DUNIA MASIH MEMBUTUHKAN KABAR BAIK. KETIKA KITA MENGASIHI, MENGAMPUNI, DAN
MENOLONG, KITA MENERUSKAN TERANG NATAL BAGI ORANG LAIN.
Sumber
- JANJI MESIAS YANG AKAN DATANG oleh EV. SHINTA LESTARI ZENDRATO, S.Th
- Youtube GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- Web GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar