TERANG YANG MENYINARI DUNIA (YOHANES 1:9)
Injil
Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes, murid yang dikasihi Yesus. Berbeda dari
Injil Sinoptik, Yohanes menuliskan kisah Yesus dengan pendekatan yang sangat
teologis, menekankan keilahian-Nya serta identitas-Nya sebagai Firman yang
menjadi manusia. Injil ini tidak hanya berisi rangkaian peristiwa pelayanan
Yesus, tetapi juga menyingkapkan makna rohani di balik setiap tindakan-Nya.
Pada pasal pertama, Yohanes membuka tulisannya dengan bahasa yang agung,
menunjukkan bahwa Yesus sudah ada sejak sebelum dunia diciptakan, bahwa Ia
adalah sumber kehidupan, dan bahwa kehidupan itu adalah terang bagi manusia.
Dalam konteks pengenalan inilah Yohanes menyatakan bahwa Yesus adalah “terang
yang sesungguhnya.”
Yohanes
menulis, “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang
ke dalam dunia.” Pernyataan ini bukan sekadar kalimat puitis, melainkan
kebenaran teologis yang sangat mendalam. Ketika Yohanes menyebut Yesus sebagai
“terang yang sesungguhnya,” ia sedang menegaskan bahwa di dunia terdapat banyak
terang palsu berupa ajaran, kepercayaan, atau ide yang tampak benar, tetapi
tidak membawa manusia kepada kebenaran sejati. Yesus bukan salah satu dari
banyak terang; Ia adalah satu-satunya terang yang murni, otentik, dan ilahi.
Ketika
Yohanes mengatakan bahwa terang itu “menerangi setiap orang,” ia tidak sedang
menyatakan bahwa semua manusia otomatis diselamatkan. Maksudnya adalah bahwa
Yesus merupakan terang yang tersedia bagi seluruh umat manusia tanpa
pengecualian. Terang itu bersinar, bukan hanya bagi satu bangsa atau golongan
rohani tertentu, tetapi bagi seluruh dunia yang dilingkupi kegelapan moral dan
spiritual. Ketika Yohanes menuliskan bahwa terang itu “sedang datang ke dalam
dunia,” ia menekankan bahwa kehadiran Yesus adalah inisiatif Allah. Inilah
tindakan kasih yang melampaui segala batas, ketika Allah sendiri masuk ke dalam
realitas manusia untuk membawa pencerahan, bukan dari luar sejarah, tetapi di
dalam perjalanan sejarah manusia. Terang itu datang bukan untuk menghakimi
terlebih dahulu, melainkan untuk menuntun manusia keluar dari kegelapan menuju
kehidupan.
Ayat
ini menegaskan identitas Kristus secara jelas. Yesus adalah terang yang sejati
karena Ia tidak hanya mengajarkan tentang terang, tetapi Ia sendiri adalah
sumber kebenaran, kehidupan, dan wahyu ilahi. Dalam diri-Nya tidak terdapat
sedikit pun kegelapan. Keilahian-Nya tampak ketika Yohanes menggambarkan Dia
sebagai terang yang menyinari semua orang, sebab hanya Allah yang dapat menjadi
terang universal bagi seluruh umat manusia. Kedatangan-Nya ke dunia menunjukkan
inkarnasi, ketika Sang Firman menjadi manusia untuk menyatakan siapa Allah itu
secara penuh dan sempurna. Yesus bukan hanya menerangi manusia dengan
ajaran-Nya, tetapi Ia menerangi mereka dengan diri-Nya sendiri, karena Ia
adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan. Terang yang sejati bukan hanya memperlihatkan
keadaan manusia, tetapi juga membawa mereka kembali kepada Allah.
Jika
Yesus adalah terang yang sejati, maka kita perlu bertanya kepada diri sendiri:
apakah hidup kita benar-benar berada di dalam terang itu? Banyak orang mengenal
Kristus, tetapi masih memilih hidup dalam kegelapan karena kegelapan terasa
nyaman dan tidak menuntut pertobatan. Terang Kristus memanggil kita untuk
berani melihat keadaan hati kita dengan jujur: dosa yang kita sembunyikan,
keputusan yang kita ambil tanpa melibatkan Tuhan, serta bayang-bayang yang
menutupi iman kita. Terang-Nya juga menuntun kita dalam mengambil keputusan,
memberi arah ketika kita bingung, dan memberikan pengharapan ketika hati kita
gelap oleh tekanan hidup. Kita pun dipanggil menjadi pembawa terang di tengah
lingkungan kita, melalui perkataan, sikap, belas kasih, dan tindakan yang
mencerminkan Yesus. Terang tidak berarti apa pun jika hanya disimpan; terang
harus dibagikan.
Yesus
adalah terang yang sesungguhnya, terang yang tidak dapat diberikan dunia dan
tidak dapat dipadamkan oleh kegelapan apa pun. Terang itu telah datang dan
terus bersinar dalam kegelapan, siap menerangi setiap hati yang mau
menerimanya. Pertanyaannya sederhana tetapi sangat menentukan: apakah kita
membuka hidup kita bagi terang itu? Sebab ketika terang Kristus masuk,
kegelapan tidak memiliki tempat lagi.
Sumber
- TERANG YANG MENYINARI DUNIA OLEH EV. SHINTA LESTARI ZENDRATO, S.TH
- YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta
Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar