YESUS DATANG UNTUK MENYELAMATKAN YANG HILANG (LUKAS 19:10)

 

        Bayangkan seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba. Ketika satu di antaranya hilang, ia tidak tinggal diam. Ia meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor untuk mencari satu domba yang hilang itu. Ia menempuh perjalanan jauh, melewati semak belukar, batu, dan lembah, sampai akhirnya menemukan domba tersebut. Dengan penuh sukacita, ia menggendongnya pulang.

        Demikianlah gambaran kasih Yesus bagi setiap manusia. Di tengah dunia yang sering membuat orang tersesat oleh dosa, ketakutan, dan hiruk pikuk kehidupan, Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Tidak ada satu pun yang terlalu jauh dari jangkauan kasih-Nya.

        Ayat ini dituliskan pada akhir kisah Zakheus, seorang pemungut cukai yang dianggap sebagai pendosa dan dikucilkan oleh masyarakat. Ketika Yesus melewati kota Yerikho, Zakheus yang ingin melihat-Nya naik ke pohon ara. Namun, Yesus justru berhenti dan memanggil namanya. “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Kehadiran Yesus di rumah Zakheus membuat banyak orang terkejut, karena mereka merasa Zakheus tidak layak untuk dikunjungi.

        Namun, Yesus datang bukan untuk mereka yang merasa diri benar, melainkan untuk mereka yang menyadari bahwa mereka membutuhkan pertobatan. Pernyataan Yesus pada ayat 10 menegaskan misi penyelamatan-Nya di dunia, yaitu mencari dan menyelamatkan manusia yang hilang.

        Ayat ini menegaskan inti Injil, yaitu kasih Allah yang aktif menjangkau manusia. Yesus tidak menunggu manusia berdosa datang kepada-Nya, melainkan Ia yang terlebih dahulu mencari mereka. Kasih Yesus adalah kasih yang penuh inisiatif.

        Bagi umat percaya, panggilan ini mengajak untuk memiliki hati seperti Yesus. Orang yang “hilang” dapat berarti mereka yang jauh dari Tuhan, yang sedang kecewa, yang terluka, atau kehilangan arah hidup. Kita dipanggil untuk menjadi alat kasih Tuhan, menuntun mereka kembali kepada Kristus.

        Selain itu, jika saat ini kita sendiri merasa hilang, jauh dari Allah, tertutup rasa bersalah, atau kehilangan harapan, kabar baiknya adalah Yesus tidak pernah berhenti mencari kita. Ia rindu menuntun setiap orang kembali pulang kepada kasih-Nya.

        Yesus Kristus adalah pusat keselamatan. Ia turun ke dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan manusia yang tersesat. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Ia menanggung dosa manusia. Melalui kebangkitan-Nya, Ia membuka jalan bagi kita untuk kembali kepada Bapa.

        Lukas 19:10 mengingatkan bahwa misi Yesus adalah misi penyelamatan yang penuh kasih. Ia mencari, menemukan, dan memulihkan. Tidak ada manusia yang terlalu jauh untuk dijangkau oleh anugerah-Nya.

        Karena itu, marilah kita hidup dalam rasa syukur atas keselamatan yang telah diberikan, dan menjadi saksi kasih Kristus bagi mereka yang masih hilang di sekitar kita. Ingatlah, Yesus datang bukan untuk orang yang merasa sempurna, melainkan untuk mereka yang tersesat, agar mereka pulang dan memperoleh hidup yang baru.

 

Sumber

  • YESUS DATANG UNTUK MENYELAMATKAN YANG HILANG OLEH EV. FERONI HULU, S.Th
  • YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penyusun: 

Shinta Lestari Zendrato, S.Th


Komentar

Postingan Populer