ALLAH YANG MENULISKAN KISAH BARU (ROMA 8:28)
Roma
8:28 menyatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Ayat ini merupakan salah
satu pengakuan iman yang paling kuat dalam Perjanjian Baru mengenai kedaulatan
Allah di tengah realitas hidup manusia yang penuh pergumulan.
Surat
Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma sekitar tahun 57–58
Masehi. Melalui surat ini, Paulus menjelaskan Injil tentang keselamatan oleh
iman dan bagaimana orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kehidupan baru di
dalam Kristus. Pasal 8 menjadi puncak teologis dari surat ini karena menekankan
kehidupan oleh Roh Kudus, kepastian keselamatan, serta kemenangan orang percaya
atas penderitaan dan kesulitan hidup. Pada masa itu, jemaat Roma sedang
menghadapi penganiayaan, tekanan sosial, dan berbagai pergumulan berat,
sebagaimana disinggung dalam Roma 8:35–36. Dalam konteks inilah Paulus ingin
menguatkan umat Allah agar mereka memahami bahwa penderitaan bukanlah akhir
dari segalanya, sebab Allah tetap berdaulat atas hidup mereka.
Ungkapan
“Allah turut bekerja” dalam Roma 8:28 berasal dari kata Yunani synergei,
yang menunjukkan bahwa Allah secara aktif berkarya di dalam dan melalui setiap
keadaan. Tidak ada situasi yang berada di luar kendali-Nya, bahkan keadaan yang
tampak buruk dan menyakitkan sekalipun. Janji ini ditujukan secara khusus “bagi
mereka yang mengasihi Dia”, yaitu orang-orang percaya yang hidup dalam relasi
penyerahan dan ketaatan kepada Allah. Tujuan dari karya Allah tersebut adalah
rencana-Nya yang kekal, yakni membentuk umat-Nya menjadi serupa dengan Kristus,
sebagaimana dijelaskan lebih lanjut dalam Roma 8:29.
Kebenaran
ini mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari cerita hidup orang percaya.
Dalam Alkitab, Yusuf adalah contoh nyata bagaimana kegagalan dan ketidakadilan
dapat dipakai Allah untuk mendatangkan kebaikan yang lebih besar. Ia dijual
sebagai budak oleh saudara-saudaranya, tetapi melalui proses panjang yang penuh
penderitaan, Allah memakainya untuk menyelamatkan banyak orang, sebagaimana
diakui Yusuf sendiri dalam Kejadian 50:20. Dengan demikian, kegagalan manusia
sering kali menjadi bahan baku bagi Allah untuk menggenapi rencana-Nya yang
lebih besar.
Allah
juga sanggup mengubah kepahitan menjadi pemulihan. Nabi Yeremia menggambarkan
Allah seperti seorang tukang periuk yang membentuk ulang tanah liat yang rusak
di tangannya. Ketika bejana itu gagal, sang tukang periuk tidak membuangnya,
melainkan membentuknya kembali sesuai dengan kehendaknya. Demikian pula Allah
tidak menyingkirkan manusia ketika jatuh dalam kegagalan, tetapi membentuk
ulang hidup mereka dengan cara-Nya sendiri, sesuai dengan maksud-Nya yang penuh
kasih.
Karena
itu, orang percaya dipanggil untuk mempercayai proses Allah. Tantangan dan
penderitaan yang dihadapi hari ini mungkin hanyalah bagian dari bab yang belum
selesai dalam kisah pemulihan yang sedang Allah kerjakan. Allah tetap setia dan
tidak pernah berhenti bekerja, sekalipun hasilnya belum langsung terlihat oleh
mata manusia.
Dalam
Kristus, kebenaran ini mencapai kepenuhannya. Yesus Kristus datang untuk
memperbaiki segala sesuatu yang telah rusak, termasuk hubungan manusia dengan
Allah yang hancur oleh dosa. Kehadiran Yesus menghadirkan kisah baru bagi umat
manusia di hadapan Allah, sebuah kisah pemulihan dan pengharapan. Melalui karya
penebusan-Nya, manusia dipulihkan dan diberikan pengharapan kekal, lembaran
hidup yang baru, serta masa depan yang penuh makna bersama Allah.
Jika
hari ini kita merasa gagal dan tidak berdaya, ingatlah bahwa Allah sedang
menulis kisah baru dalam hidup kita. Serahkan setiap jalan yang kita lalui
kepada-Nya dan percayalah bahwa Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi kita.
Di
tangan Allah, kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari karya-Nya yang
mulia
Sumber
·
ALLAH YANG MENULISKAN KISAH BARU OLEH EV. YOGO
ISMANTO, S.E., S.Th., M.Th
·
YOUTUBE GSRI TOMANG:
https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
·
WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato,
S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar