DOA TANPA AKSI = MIMPI SIANG BOLONG! (YAKOBUS 2:26)
Pernahkah
kita memperhatikan anak-anak ketika bermain mobil-mobilan? Ada yang berupa
mobil mainan sederhana yang didorong dengan tangan, ada pula mobil remote
control yang terlihat lebih canggih. Anak cukup duduk manis sambil menekan
tombol pada remot. Namun, suatu hari anak itu lupa memasang baterai pada
mobilnya. Apa yang terjadi? Mobil itu tidak akan bergerak sama sekali. Walaupun
remotnya ditekan berkali-kali, mobil tersebut tetap diam. Pada akhirnya, mainan
itu hanya menjadi benda tak berguna. Gambaran sederhana ini mengajarkan satu
hal penting: tanpa daya penggerak, sesuatu yang tampak baik tidak akan
berfungsi sebagaimana mestinya.
Firman
Tuhan hari ini diambil dari Yakobus 2:26 yang berkata, “Sebab seperti tubuh
tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah
mati.” Kata kunci dalam ayat ini adalah “tanpa perbuatan adalah mati.”
Dalam bahasa Yunani, kata “mati” bukan hanya berarti tidak aktif, tetapi juga
tidak bernyawa, tidak memiliki kuasa, dan tidak berguna. Yakobus ingin
menegaskan bahwa iman yang hanya berhenti di pikiran dan perkataan, tanpa
diwujudkan dalam tindakan nyata, sama seperti tubuh yang tampak utuh tetapi
tidak memiliki kehidupan. Iman semacam ini tidak membawa perubahan apa pun.
Lalu,
apa hubungannya dengan doa? Banyak orang memiliki sikap yang pasif dalam
berdoa. Kita berdoa memohon pertolongan Tuhan untuk kondisi ekonomi, tetapi
setelah itu hanya duduk menunggu mukjizat turun dari langit tanpa melakukan apa
pun. Kita berdoa agar Tuhan memberkati anak-anak kita, tetapi tidak menyediakan
waktu untuk mendampingi, mendengar, dan mendidik mereka. Doa seperti ini serupa
dengan mobil remote control tanpa baterai. Secara lahiriah tampak lengkap,
tetapi tidak memiliki daya untuk bergerak. Padahal, doa seharusnya menjadi
penggerak langkah kaki kita, bukan pengganti tindakan kita.
Ada
sebuah kisah tentang seorang petani yang saleh. Setiap hari ia berdoa dengan
sungguh-sungguh agar Tuhan memberinya panen gandum yang melimpah. Namun,
sepanjang musim tanam, ia tidak pernah membajak tanahnya, tidak menabur benih,
dan tidak menyiangi rumput liar. Ketika musim panen tiba dan ladangnya kosong,
ia marah dan mempertanyakan Tuhan. Sesungguhnya, Tuhan tidak pernah lalai.
Tuhan telah menyediakan tanah, hujan, sinar matahari, dan benih. Yang belum
dilakukan hanyalah bagian si petani, yaitu bekerja.
Doa
tanpa tindakan hanyalah khayalan, sementara tindakan tanpa doa adalah
kesombongan. Namun, doa yang disertai tindakan adalah iman yang hidup dan
sedang berjalan. Ketika kita berdoa untuk keuangan yang sedang sulit, Tuhan
mengundang kita bukan hanya untuk berseru, tetapi juga untuk bertindak dengan
bijaksana. Kita bisa mulai dengan duduk bersama keluarga, menyusun anggaran
sederhana, dan menjalankannya dengan disiplin sambil terus membawa setiap
keputusan keuangan dalam doa. Ketika kita berdoa bagi masa depan anak-anak,
Tuhan mendorong kita untuk menyediakan waktu berkualitas bersama mereka,
menciptakan ruang tanpa gangguan gawai, membangun relasi melalui kebersamaan,
percakapan, dan doa bersama. Ketika kita berdoa agar ada damai di dalam rumah,
Tuhan memanggil kita untuk berani merendahkan hati, mengendalikan emosi,
mengambil inisiatif meminta maaf, dan berbicara dengan kelembutan.
Jangan
biarkan iman dan doa kita menjadi seperti tubuh tanpa nyawa, tampak baik dari
luar tetapi tidak memiliki kehidupan. Tuhan tidak mencari orang percaya yang
hanya memahami teori iman, tetapi tidak pernah berani melangkah. Ia memanggil
kita untuk menjadi pribadi yang mendengar firman, berdoa dengan sungguh, dan
melakukannya dengan setia.
Peganglah
prinsip ini: doa mengisi tangki kehidupan kita, tetapi kitalah yang harus
menginjak pedal gas. Doa adalah berbicara dengan Sang Navigator, tetapi kita
yang harus memutar kemudi dan melangkah maju. Jika ada satu langkah kecil yang
Tuhan taruh di dalam hati kita minggu ini, bawalah itu dalam doa, lalu
lakukanlah.
SEBAB
IMAN YANG MENYELAMATKAN ADALAH IMAN YANG HIDUP, IMAN YANG MELANGKAH, DAN IMAN
YANG TAAT
Sumber
·
DOA TANPA AKSI = MIMPI SIANG BOLONG! OLEH PDT.
YOGI TJIPTOSARI, B.Th., M.Pd
·
YOUTUBE GSRI TOMANG:
https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
·
WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar