IMAN ADALAH PERJALANAN (ROMA 1:17)
Iman adalah perjalanan. Rasul Paulus menuliskan
bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, bukan hasil usaha manusia, dan
diterima melalui iman dari awal hingga akhir. Karena itu iman disebut sebagai
perjalanan, sebab iman tidak berhenti pada saat seseorang pertama kali percaya
kepada Yesus. Pada awalnya seseorang memiliki iman yang sederhana, seperti bayi
rohani yang masih perlu bertumbuh. Seiring waktu, iman itu akan diuji melalui
berbagai pengalaman hidup agar menjadi semakin kuat, sebagaimana ditegaskan dalam
Surat Yakobus. Kisah Abraham yang diperintahkan mempersembahkan Ishak
menunjukkan bahwa iman sering kali diuji agar seseorang belajar memahami
kehendak Tuhan, tetap percaya, dan mengandalkan-Nya sekalipun tidak melihat
secara fisik, namun mata rohaninya terus memandang kepada Tuhan.
Perjalanan
iman itu juga terlihat dalam kisah seorang perempuan yang kita sebut Maria,
seorang ibu rumah tangga di Surabaya yang bertahun-tahun hidup dalam kekerasan
rumah tangga. Suaminya pemabuk dan sering pergi meninggalkannya. Pada mulanya
ia beribadah hanya karena tradisi, tanpa pengenalan iman yang sungguh-sungguh.
Iman itu benar-benar diuji ketika anak sulungnya didiagnosis menderita
leukemia. Ia marah kepada Tuhan dan bertanya mengapa penderitaan masih harus
dialaminya. Namun melalui firman Tuhan yang diterimanya, ia mulai belajar
datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh,
membaca Alkitab setiap hari, meskipun dengan air mata, dan tetap setia berharap
kepada Tuhan.
Di
tengah perjuangan besar itu Tuhan mulai memimpin langkahnya. Anaknya menjalani
pengobatan yang panjang dan berat, dan setelah dua tahun akhirnya sembuh.
Suaminya tetap tidak berubah dan kemudian meninggal dunia akibat sakit yang
dideritanya. Maria harus berjuang sendiri menghidupi anak-anaknya, tetapi Tuhan
membuka jalan. Ia mendapat kesempatan mengikuti pelatihan menjahit dan dari
sanalah hidupnya berangsur pulih. Usaha kecilnya berkembang, ia dapat bekerja
dengan layak, bahkan kini mampu menolong orang lain. Melalui perjalanan
hidupnya, Maria menyadari bahwa Tuhan tidak selalu menjawab sesuai
keinginannya, tetapi Tuhan selalu menyertainya dan memakai penderitaan untuk
membawa imannya semakin dewasa dan mendalam.
Kisah
ini mengingatkan bahwa setiap orang percaya sedang berada dalam perjalanan
iman. Kita mungkin pernah ragu, seperti Thomas yang meragukan kebangkitan
Yesus, tetapi Tuhan tetap sabar dan memulihkan. Kita mungkin pernah kecewa,
marah, atau merasa Tuhan tidak menjawab doa kita, tetapi Tuhan tetap bekerja
dalam cara dan waktu-Nya. Pertanyaannya, di manakah posisi kita dalam
perjalanan iman saat ini dan tantangan apa yang sedang Tuhan pakai untuk
membentuk serta menguatkan iman kita? Semoga kita terus berjalan bersama Tuhan
dan tetap percaya bahwa Ia setia menyertai setiap langkah kehidupan kita.
Sumber
· IMAN
ADALAH PERJALANAN OLEH EV. YOGO ISMANTO, S.E., S.Th., M.Th
- YOUTUBE
GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB
GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar