KULKAS KITA KOSONG? (MATIUS 6:33)

 

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang memulai pagi dengan rutinitas sederhana di rumah. Ada yang menyiapkan sarapan, ada yang membuka kulkas untuk mencari susu atau bahan makanan, dan ada pula yang mengecek saldo rekening melalui telepon genggam. Namun tidak jarang, momen-momen sederhana ini justru memunculkan kecemasan. Ketika isi kulkas terlihat menipis atau saldo rekening terasa tidak mencukupi, hati menjadi gelisah dan pikiran dipenuhi pertanyaan tentang masa depan. Kekhawatiran semacam ini merupakan realitas yang dialami banyak keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Di tengah kecemasan tersebut, firman Tuhan dalam Matius 6:33 memberikan penghiburan dan arah yang jelas. Firman Tuhan berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Ayat ini menegaskan sebuah prinsip rohani yang mendalam. Kata “ditambahkan” tidak menunjuk pada kemewahan atau kekayaan berlimpah, melainkan pada jaminan pemeliharaan Allah yang diberikan sesuai dengan kedaulatan dan kebijaksanaan-Nya. Tuhan mengetahui apa yang sungguh-sungguh dibutuhkan oleh umat-Nya.

Prinsip ini dapat dipahami melalui ilustrasi sederhana tentang seorang anak yang memiliki ayah yang mampu dan bertanggung jawab. Seorang anak yang percaya kepada ayahnya tidak akan menghabiskan waktu dengan rasa cemas memikirkan kebutuhan sehari-hari. Ia menjalani perannya sebagai anak dengan baik, belajar dengan rajin, dan menaati nasihat orang tuanya, karena ia yakin bahwa ayahnya akan menyediakan segala keperluan yang dibutuhkan. Kepercayaan itulah yang memampukan anak tersebut hidup dengan tenang. Demikian pula relasi orang percaya dengan Allah sebagai Bapa di surga. Ketika kepercayaan kepada Tuhan sungguh-sungguh ada, kecemasan perlahan digantikan oleh ketenangan.

Alkitab juga mencatat bagaimana Tuhan memelihara bangsa Israel di padang gurun. Setiap hari Tuhan menyediakan manna sebagai makanan bagi mereka. Tuhan memerintahkan agar mereka mengambil secukupnya untuk satu hari, sebagai latihan iman untuk percaya kepada pemeliharaan-Nya yang terus-menerus. Namun, sebagian orang tetap berusaha menimbun untuk hari esok, dan hasilnya justru membawa kebusukan. Melalui peristiwa ini, Tuhan mengajar umat-Nya untuk bergantung kepada-Nya dari hari ke hari dan tidak hidup dalam ketakutan akan masa depan.

Yesus sendiri mengajarkan bahwa Allah adalah Bapa yang mengetahui dan peduli terhadap kebutuhan anak-anak-Nya. Selama pelayanan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah harus menjadi prioritas utama. Ketika seseorang menempatkan Tuhan sebagai yang terutama dan hidup dalam kebenaran-Nya, pemeliharaan Allah akan menyertai hidupnya. Pemeliharaan itu mungkin tidak selalu datang dalam bentuk yang diinginkan manusia, tetapi selalu cukup dan tepat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Karena itu, ketika kecemasan datang, orang percaya dipanggil untuk mengarahkan kembali fokus hidupnya. Mencari Kerajaan Allah berarti menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun relasi sehari-hari. Kesetiaan, ketaatan, kejujuran, kesabaran, dan kasih menjadi wujud nyata dari hidup yang berkenan kepada Allah. Ketika fokus ini dijalani, orang percaya dapat menyerahkan hasilnya kepada Tuhan dengan penuh kepercayaan.

Pada akhirnya, ketika seseorang belajar memercayakan hidupnya kepada Tuhan, ia akan menyadari bahwa tugas utama manusia adalah setia dan taat, sementara pemeliharaan adalah bagian Tuhan. Kulkas yang terlihat kosong dan saldo rekening yang terbatas tidak pernah membatasi kuasa Allah. Dialah Pemilik langit dan bumi yang sanggup menambahkan segala sesuatu yang diperlukan umat-Nya. Dengan keyakinan ini, orang percaya dapat melangkah dengan tenang, percaya bahwa Tuhan yang setia akan terus memelihara hidup mereka hari demi hari. Amin.

Sumber

  • KULKAS KITA KOSONG? OLEH PDT. YOGI TJIPTOSARI, B.Th., M.Pd
  • YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penyusun: 

Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th

 

Komentar

Postingan Populer