PENOLONG DI MASA SULIT (2 SAMUEL 21:17)

 

        Dalam hidup ini, kita tidak selalu berada dalam keadaan kuat. Ada masa ketika tubuh lelah, hati letih, dan pikiran terasa tidak sanggup menanggung beban. Pada saat tertentu, kita mungkin merasa mampu menghadapi segalanya sendiri, tetapi kenyataan sering membuktikan sebaliknya. Manusia memiliki batas. Dalam kelemahan itulah kita menyadari bahwa kita membutuhkan penolong, seseorang yang hadir untuk menopang, melindungi, dan menguatkan ketika keadaan terasa semakin runyam. Pertanyaannya adalah, siapakah penolong kita di masa-masa sulit tersebut?

        Kitab 2 Samuel 21:17 mencatat sebuah peristiwa penting pada masa pemerintahan Raja Daud. Saat itu Daud telah memasuki usia lanjut. Ia tidak lagi sekuat ketika menghadapi Goliat pada masa mudanya. Dalam sebuah peperangan melawan orang Filistin, Daud hampir terbunuh oleh Yisbibenob, seorang keturunan raksasa. Di tengah kondisi genting itu, Abisai, salah satu pahlawan Daud, segera menolongnya dengan membunuh musuh tersebut dan menyelamatkan nyawa sang raja. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sekalipun Daud adalah raja besar yang diurapi Tuhan, ia tetap membutuhkan pertolongan dari orang lain ketika kekuatannya melemah.

        Setelah kejadian itu, para pasukan Daud bersumpah untuk tidak membiarkan Daud turun berperang lagi, supaya pelita Israel tidak padam. Pernyataan ini mengandung makna yang dalam. Daud dipandang sebagai pelita bagi Israel, sumber terang dan kepemimpinan bagi bangsa itu. Para pasukannya menyadari bahwa menjaga Daud berarti menjaga masa depan Israel. Melalui hal ini, kita melihat bahwa Tuhan melindungi umat-Nya dengan cara yang konkret, yaitu dengan menempatkan orang-orang yang peduli dan setia di sekitar mereka.

        Dari kisah ini, kita belajar bahwa penolong sering kali tidak datang dari tempat yang jauh atau dari orang yang lebih tinggi kedudukannya. Tuhan kerap menghadirkan pertolongan melalui orang-orang yang ada di sekitar kita, keluarga, sahabat, rekan pelayanan, atau sesama jemaat. Mereka adalah alat yang Tuhan pakai untuk menopang kita. Namun, pertanyaannya adalah apakah kita mau menyadari dan menerima pertolongan itu. Kadang kesombongan atau rasa ingin terlihat kuat membuat kita menutup mata terhadap tangan Tuhan yang sedang bekerja melalui orang lain.

        Sebagai orang percaya, kita juga diingatkan bahwa penolong sejati dan sempurna adalah Yesus Kristus. Ketika manusia diserang oleh dosa, keputusasaan, dan maut, Kristus datang sebagai Penolong yang mengalahkan semuanya melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Ia bukan hanya menolong secara sementara, tetapi memberikan keselamatan yang kekal. Karya penebusan Kristus menjadi bukti bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya menghadapi kesulitan sendirian.

        Yesus sendiri berkata dalam Yohanes 14:16, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” Janji ini menegaskan bahwa setelah Yesus naik ke surga, Allah mengaruniakan Roh Kudus sebagai Penolong yang selalu menyertai, menguatkan, dan membimbing orang percaya dalam setiap situasi kehidupan. Roh Kudus hadir bukan hanya pada saat kita kuat, tetapi justru pada saat kita lemah dan tidak berdaya.

        Melalui firman Tuhan ini, kita diajak untuk percaya bahwa Tuhan adalah Penolong di masa sulit. Ia menolong melalui orang-orang di sekitar kita, dan Ia sendiri hadir melalui Roh Kudus-Nya. Ketika kita merasa lemah dan hampir menyerah, ingatlah bahwa kita tidak sendirian. Tuhan setia menyertai dan menopang hidup kita, sehingga pelita iman kita tidak padam.

 

 Sumber

  • PENOLONG DI MASA SULIT OLEH SDRI. JELIA FRISDA PURBA
  • YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penyusun: 

Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th

 

Komentar

Postingan Populer