PERLUNYA KONFIRMASI DALAM SETIAP KEPUTUSAN (AMSAL 3:5–6 )
Seorang
misionaris terkenal bernama Hudson Taylor pernah menghadapi keputusan besar
ketika hendak masuk ke pedalaman Tiongkok, wilayah yang belum terjangkau Injil
dan penuh dengan risiko. Banyak orang menasihatinya untuk menunda rencana
tersebut atau memilih daerah pelayanan yang lebih aman. Namun Taylor tidak
mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Ia meluangkan waktu berhari-hari dalam
doa, memeriksa motivasi hatinya, dan mencari konfirmasi melalui firman Tuhan.
Setelah ia meyakini bahwa langkah tersebut selaras dengan kehendak Allah,
barulah ia melangkah dengan iman. Keputusan yang dikonfirmasi melalui doa dan
firman Tuhan inilah yang kemudian membuka jalan bagi banyak orang untuk
mengenal Kristus. Kisah ini mengajarkan bahwa keputusan yang benar bukanlah
keputusan yang paling cepat diambil, melainkan keputusan yang paling selaras
dengan kehendak Tuhan.
Prinsip
ini ditegaskan dalam Amsal 3:5–6 yang menyatakan “Percayalah kepada TUHAN
dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Kata
“percayalah” yang berasal dari bahasa Ibrani bataḥ menunjukkan sikap bersandar
sepenuhnya tanpa cadangan. Ungkapan “janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri” menegaskan keterbatasan hikmat manusia yang sering dipengaruhi oleh
emosi, kepentingan pribadi, dan sudut pandang yang sempit. Sementara itu, frasa
“akuilah Dia dalam segala lakumu” berarti melibatkan Tuhan secara sadar dan
aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, konfirmasi
ilahi bukan sekadar meminta persetujuan Tuhan atas rencana kita, melainkan
menyerahkan arah hidup sepenuhnya kepada pimpinan-Nya.
Dalam
terang Kristologi, Yesus Kristus sendiri menjadi teladan tertinggi dalam hal
mengambil keputusan. Selama pelayanan-Nya di dunia, Yesus tidak pernah
bertindak berdasarkan kehendak-Nya sendiri, melainkan senantiasa mencari dan
melakukan kehendak Bapa. Yohanes 5:30 mencatat perkataan Yesus, “Aku tidak
dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa
yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku
sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.” Kristus, sebagai Anak
Allah yang sempurna, memilih hidup dalam ketaatan penuh kepada Bapa. Jika
Kristus saja mencari konfirmasi ilahi dalam setiap langkah-Nya, maka sebagai
manusia yang terbatas dan berdosa, kita semakin membutuhkan tuntunan Tuhan
dalam setiap keputusan yang kita ambil.
Oleh
karena itu, mencari konfirmasi dalam setiap keputusan merupakan wujud iman dan
ketaatan kepada Tuhan. Tuhan dapat memberikan konfirmasi melalui doa,
firman-Nya, damai sejahtera di dalam hati, serta nasihat dari orang-orang yang
hidup takut akan Tuhan. Ketika kita belajar menunggu dan mengonfirmasi setiap
langkah hidup kepada Tuhan, kita sedang meneladani Kristus dan berjalan di
jalan yang diluruskan oleh-Nya. Keputusan yang dikonfirmasi oleh Tuhan mungkin
tidak selalu mudah atau menyenangkan, tetapi keputusan tersebut akan membawa
kita semakin dekat kepada kehendak-Nya dan menghasilkan buah yang kekal.
Sumber
- PERLUNYA KONFIRMASI DALAM SETIAP
KEPUTUSAN OLEH EV. SHINTA LESTARI ZENDRATO, S.Th
- YOUTUBE GSRI TOMANG:
https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato,
S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar