KEBEBASAN YANG ALLAH BERIKAN (ULANGAN 5:33)
Seorang
pelaut hanya dapat sampai ke tujuan dengan selamat jika ia berlayar sesuai
dengan peta dan kompas yang benar. Jika ia mengabaikan arah yang ditunjukkan,
ia dapat tersesat, bahkan karam di tengah lautan. Demikian pula dalam kehidupan
ini, banyak orang menganggap kebebasan sebagai kemampuan untuk melakukan apa
saja tanpa aturan. Padahal, kebebasan sejati bukanlah hidup tanpa batas,
melainkan hidup di dalam tuntunan Allah yang membawa manusia kepada
keselamatan, damai sejahtera, dan berkat.
Ulangan
pasal 5 merupakan pengulangan dari sepuluh perintah Allah yang diberikan kepada
bangsa Israel. Setelah Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, Ia
memberikan hukum-hukum-Nya agar bangsa Israel mengetahui bagaimana hidup
sebagai umat yang merdeka. Ulangan 5:33 menegaskan bahwa kebebasan sejati tidak
ditemukan di luar perintah Allah, melainkan dengan berjalan di dalam jalan yang
telah ditetapkan-Nya. Dengan menaati Tuhan, bangsa Israel akan mengalami
kehidupan yang penuh berkat di tanah perjanjian.
Kebebasan
yang Allah berikan bukanlah kebebasan untuk berbuat semaunya, melainkan
kebebasan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Allah mengetahui bahwa hidup
di luar firman-Nya hanya akan membawa manusia kembali kepada perbudakan dosa.
Sebaliknya, ketika kita hidup dalam ketaatan, kita mengalami kemerdekaan
sejati. Kemerdekaan ini tampak dalam hidup rohani yang bertumbuh dengan hati
yang damai, penuh sukacita, dan pengharapan. Hidup kita menjadi lebih tertata
karena dilepaskan dari belenggu dosa, kebiasaan buruk, serta pola hidup yang
merusak. Lebih dari itu, ketaatan kepada Tuhan membuat hidup kita menjadi
berkat dan kesaksian bagi orang lain.
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita perlu menyadari bahwa kebebasan sejati justru
ditemukan dalam ketaatan kepada Tuhan. Ketika kita memilih untuk mengikuti
firman-Nya, kita sedang melindungi diri dari jalan yang menyesatkan sekaligus
membuka pintu berkat dalam hidup. Kebebasan tidak seharusnya disalahgunakan
untuk hidup dalam dosa, melainkan dipakai untuk melayani Tuhan dan sesama
dengan kasih.
Dalam
terang Kristus, Yesus adalah perwujudan nyata dari kebebasan yang Allah
berikan. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, manusia dibebaskan dari
perbudakan dosa dan maut. Yesus sendiri berkata, “Apabila Anak itu memerdekakan
kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Kebebasan yang Kristus berikan bukanlah
kebebasan untuk hidup sesuka hati, melainkan kebebasan untuk hidup di dalam
kasih, kebenaran, dan pengharapan akan hidup yang kekal.
Dengan
demikian, kebebasan sejati bukanlah hidup tanpa aturan, melainkan hidup dalam
ketaatan kepada Allah. Hanya dengan berjalan di jalan Tuhan, hidup kita akan
dipenuhi damai sejahtera, berkat, dan tujuan yang benar. Marilah kita
menggunakan kebebasan yang Allah berikan bukan untuk memuaskan keinginan diri,
melainkan untuk hidup setia di dalam firman-Nya dan melayani dengan kasih.
Sumber
- KEBEBASAN YANG ALLAH BERIKAN OLEH EV. FERONI HULU, S.Th
- YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato,
S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar