TUHAN MERESPON SERUAN KITA (2 SAMUEL 22 :14)
Seorang
anak kecil tersesat di tengah keramaian pasar. Ia menangis dan memanggil
ayahnya, tetapi orang-orang di sekitarnya tidak memedulikan jeritannya. Tangis
itu tenggelam di antara hiruk-pikuk suara manusia. Namun, ketika sang ayah
mendengar suara anaknya dari kejauhan, ia segera menembus kerumunan. Ia
berteriak memanggil anaknya dan berlari mengikuti arah suara tangisan itu. Sang
ayah tidak ragu dan tidak berlama-lama, sebab ia mengenal suara anaknya yang
sedang kesusahan. Kasih seorang ayah membuatnya peka terhadap jeritan anaknya,
sekalipun suara itu tertelan oleh kebisingan di sekelilingnya.
Gambaran
inilah yang diungkapkan oleh Daud dalam nyanyian syukurnya setelah Tuhan
melepaskannya dari tangan musuh, termasuk orang-orang Filistin. Dalam ayat-ayat
sebelumnya, Daud menceritakan bagaimana, di tengah kesesakannya, ia berseru
kepada Tuhan. Seruan itu tidak jatuh sia-sia. Daud kemudian menggambarkan
respons Tuhan yang luar biasa terhadap doanya. Ketika dikatakan bahwa Tuhan
mengguntur, hal itu hendak menyatakan kuasa Allah yang nyata dan menggentarkan.
Gambaran tersebut melukiskan kehadiran Allah yang aktif, bukan Allah yang jauh
dan diam. Ini adalah bentuk intervensi ilahi atas apa yang dialami umat-Nya.
Ketika Tuhan merespons seruan Daud dengan memperdengarkan suara-Nya, itu bukan
berarti Daud hanya mendengar bunyi semata, melainkan Tuhan benar-benar hadir
dan bertindak menolong umat-Nya.
Dalam
kehidupan orang percaya, sering kali di tengah penderitaan kita merasa tidak
ada yang peduli. Kita merasa seperti anak yang tersesat di tengah keramaian
dunia, berlari ke sana kemari mencari pertolongan, namun seolah-olah tidak ada
yang dapat diandalkan. Kesepian, ketakutan, dan keputusasaan dapat membuat hati
merasa ditinggalkan. Namun firman Tuhan kembali mengingatkan bahwa Tuhan tidak
pernah tuli terhadap seruan umat-Nya. Ketika kita berseru dalam air mata, Dia
mendengarnya. Mungkin jawaban Tuhan tidak selalu datang seketika atau dengan
cara yang kita bayangkan, tetapi satu hal yang pasti, Tuhan selalu merespons
seruan anak-anak-Nya.
Puncak
dari respons Allah terhadap jeritan manusia yang terhilang dinyatakan melalui Yesus
Kristus. Ketika dunia berseru meminta pengharapan, Tuhan tidak hanya menyatakan
kuasa-Nya dari kejauhan, melainkan mengutus Anak-Nya turun ke dalam dunia.
Melalui Kristus, Allah tidak hanya bersuara, tetapi menyatakan kasih-Nya secara
nyata dan personal. Di dalam Dia, Tuhan turun tangan secara langsung untuk
mengalahkan musuh terbesar manusia, yaitu dosa dan maut. Inilah bukti terbesar
bahwa Allah adalah Bapa yang mendengar jeritan anak-anak-Nya dan datang
menembus “keramaian” dunia untuk menyelamatkan mereka.
Sumber
- TUHAN MERESPON SERUAN KITA OLEH SDRI. JELIA FRISDA PURBA
- YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar