DITOPANG OLEH ALLAH (MAZMUR 55:23 )
Dalam
proses pertumbuhannya, seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan sering
kali kehilangan keseimbangan. Namun, setiap kali ia hampir terjatuh, tangan
orang tuanya dengan sigap segera menopang tubuhnya sehingga ia tidak sampai
terempas atau terluka. Melalui pengalaman tersebut, sang anak mempelajari satu
hal yang sangat esensial: ia memiliki keberanian untuk melangkah karena ia tahu
ada kekuatan yang senantiasa siap menjaganya. Analogi sederhana ini
mencerminkan realitas perjalanan hidup manusia yang kerap kali diwarnai oleh
beban, persoalan, dan kekhawatiran yang membuat langkah kita terasa goyah.
Kendati demikian, iman mengajarkan bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian
karena ada Allah yang senantiasa menopang setiap langkah kita.
Kebenaran
mengenai penyertaan ini tercermin secara mendalam dalam Mazmur 55, sebuah doa
yang dipanjatkan oleh Daud saat ia berada di bawah tekanan yang sangat berat.
Pada saat itu, Daud mengalami pengkhianatan dari sahabat karibnya dan sedang
dikepung oleh musuh yang mengancam nyawanya. Dalam kondisi terjepit, ia
merasakan ketakutan serta kegelisahan yang hebat, bahkan tebersit keinginan
untuk lari dari kenyataan. Namun, di tengah kemelut batin tersebut, Daud
menemukan penghiburan sejati bahwa Allah adalah sosok penopang yang setia.
Keyakinan iman inilah yang mendorongnya untuk berkata dalam Mazmur 55:23, "Serahkanlah
khawatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan menopang engkau."
Makna
ditopang oleh Allah mencakup beberapa dimensi krusial bagi kehidupan orang
percaya. Pertama, hal ini menegaskan bahwa Allah sangat memedulikan setiap
beban yang kita pikul; tidak ada kekhawatiran yang dianggap terlalu sepele di
mata-Nya. Kedua, Allah merupakan sumber kekuatan utama saat manusia mencapai
titik nadir energinya. Ketika kita merasa tidak sanggup lagi bertahan, Ia
mengulurkan tangan agar kita tidak jatuh tergeletak. Ketiga, terdapat sebuah
jaminan bahwa orang benar tidak akan dibiarkan goyah untuk selamanya. Meskipun
situasi duniawi mungkin membuat kita goyah sejenak, Allah menjamin bahwa kita
tidak akan sampai hancur binasa.
Sebagai
aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari, kita dipanggil untuk belajar
menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan melalui doa, bukannya memendam
beban tersebut seorang diri. Saat menghadapi tantangan yang terasa mustahil,
kita perlu mengingat kembali bahwa Tuhan menyertai kita melalui firman-Nya,
kekuatan doa, dan dukungan komunitas iman. Dengan demikian, kita dapat
menjalani hidup dengan penuh kepercayaan dan ketenangan, alih-alih terjebak
dalam kepanikan yang melumpuhkan, sebab janji-Nya untuk menopang kita adalah
kepastian yang mutlak.
Puncak
dari janji penyertaan ini digenapi secara sempurna di dalam pribadi Yesus
Kristus. Melalui Matius 11:28, Yesus menyampaikan undangan kasih: "Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu." Peristiwa penyaliban Kristus adalah bukti otentik bahwa
Allah bersedia menopang kita, bahkan hingga memikul beban dosa-dosa manusia.
Dalam Kristus, kita mendapatkan jaminan penopang yang tidak hanya berlaku untuk
urusan duniawi, tetapi juga untuk keselamatan kekal. Sebagai simpulan, meskipun
hidup penuh dengan beban, kita tidak perlu menanggungnya sendirian. Serahkanlah
segala kekhawatiran kepada Tuhan, sebab Dia yang menopang Daud adalah Tuhan
yang sama yang menopang kita hari ini.
Sumber
- DITOPANG OLEH ALLAH OLEH EV. FERONI HULU, S.Th
- YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato,
S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar