JANGAN LUPA BERSYUKUR (LUKAS 17:15 )


    Sering kali kita datang kepada Tuhan dengan daftar permintaan yang panjang, namun pulang dengan daftar syukur yang pendek. Saat doa dijawab, kita merasa lega dan langsung melangkah cepat ke urusan berikutnya. Tanpa sadar, kita lebih terbiasa menikmati hasil pertolongan Tuhan daripada berhenti sejenak untuk mengakui sumber pertolongan itu. Bersyukur pun perlahan berubah dari sikap hati menjadi sekadar formalitas yang diucapkan cepat lalu dilupakan.

    Kisah sepuluh orang kusta dalam Lukas 17 memberikan teguran lembut bagi kita semua. Dari sepuluh orang yang disembuhkan Yesus, hanya satu yang kembali untuk memuliakan Allah dengan suara nyaring. Peristiwa ini menantang cara kita berelasi dengan Tuhan: apakah kita hanya mencari tangan-Nya untuk mendapatkan berkat, atau kita juga sungguh-sungguh merindukan wajah-Nya?

    Bagi orang kusta di zaman itu, sembuh berarti mendapatkan kembali martabat dan komunitas mereka. Namun, tindakan satu orang yang kembali menunjukkan makna yang lebih dalam. Ia tidak sekadar bersyukur karena fisiknya pulih, tetapi ia mengakui bahwa sumber pemulihannya adalah Allah yang hadir dalam diri Yesus. Di tengah budaya yang menekankan kewajiban ritual, ia justru memilih untuk membangun relasi pribadi dengan Sang Penolong.

    Kata kembali menunjukkan sebuah respons sadar, bukan sekadar reaksi spontan. Ini adalah pilihan iman untuk tidak berhenti pada berkat yang diterima, melainkan tertuju pada Pribadi yang memberi berkat tersebut. Melalui Injil Lukas, kita diingatkan bahwa keselamatan Allah terbuka bagi siapa saja yang tersisih, namun respons kitalah yang menentukan kedalaman iman kita.

    Saat Tuhan menolong kita keluar dari masalah, baik besar maupun kecil, mari kita belajar melakukan hal yang sama seperti satu orang kusta itu. Ambillah waktu untuk mengakui kebaikan-Nya melalui doa, pujian, dan ketaatan sehari-hari. Jangan biarkan berkat justru membuat kita menjauh dari Sang Pemberi Berkat. Syukur yang tulus akan menjaga relasi kita dengan Tuhan tetap hidup, hangat, dan melampaui sekadar mukjizat yang kita terima. Amin.


Sumber

  • JANGAN LUPA BERSYUKUR OLEH EV. SHINTA LESTARI ZENDRATO, S.Th
  • YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penyusun:

Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th



Komentar

Postingan Populer