JANGAN PACARAN KARENA KESEPIAN |(1 YOHANES 4:18)

 

    Pernahkah muncul perasaan kesepian yang begitu mendalam hingga akhirnya memicu keputusan untuk menjalin hubungan asmara bukan karena benar-benar mengenal seseorang, melainkan hanya karena takut sendirian? Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, media sosial yang penuh dengan potret pasangan bahagia, serta tekanan sosial untuk memiliki pasangan, sangat mudah bagi seseorang untuk terjatuh ke dalam hubungan yang sebenarnya hanyalah pelarian. Namun, terdapat sebuah pengingat penting: jangan menjalin hubungan hanya karena kesepian. Cinta sejati bukanlah sekadar obat bagi rasa sepi, melainkan sebuah panggilan untuk tumbuh bersama dalam kasih Tuhan yang sempurna.

    Dalam 1 Yohanes 4:18 disebutkan: "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna dalam kasih." Rasul Yohanes menuliskan pesan tersebut bukan untuk menimbulkan rasa bersalah, melainkan untuk memberikan kebebasan. Pada zamannya, banyak orang mencari keamanan dalam ajaran palsu, hubungan duniawi, atau pencapaian diri. Namun, Yohanes menegaskan bahwa satu-satunya kasih yang mampu mengusir ketakutan adalah kasih dari Tuhan. Kasih tersebut telah dinyatakan melalui Yesus Kristus yang datang, wafat, dan bangkit demi manusia. Kasih-Nya sempurna; tidak bergantung pada performa, penampilan, atau status kelengkapan seseorang.

    Yesus adalah manifestasi kasih yang sempurna. Di kayu salib, Ia mengalami penolakan, kesepian, bahkan merasa ditinggalkan oleh Bapa, namun tetap mengasihi. Di dalam kasih-Nya, tidak ada seorang pun yang benar-benar sendiri. Bagi kaum muda, tidak perlu terburu-buru berpacaran hanya karena takut dianggap ketinggalan zaman. Demikian pula dalam rumah tangga; seorang istri tidak perlu memaksa suami memberi perhatian lebih hanya karena merasa hampa, dan seorang suami tidak perlu mencari penghiburan di tempat lain hanya karena merasa tidak dihargai. Di dalam Kristus, setiap pribadi sudah dicintai, diterima, dan dilengkapi. Ketika identitas diri ditemukan di dalam Dia, pencarian pasangan bukan lagi untuk menyembuhkan luka, melainkan untuk menggandakan kemuliaan Tuhan bersama-sama.

    Bagi kaum muda, menanti Tuhan adalah langkah yang bijak. Belajarlah untuk dicintai oleh Bapa Surgawi dan biarkan Dia membentuk hati. Jangan berpacaran karena sepi, dan jangan menikah karena takut sendiri. Biarkan kasih Tuhan yang sempurna mengisi hati terlebih dahulu. Seseorang yang merasa aman dalam kasih Allah tidak akan menggebu-gebu mencari cinta; ia justru akan menjadi berkat cinta itu sendiri. Hubungan yang dibangun dari ketakutan akan terasa rapuh, namun hubungan yang dibangun dari kasih karunia akan bertahan kokoh. Bagi pasangan suami-istri, perbaruilah pernikahan bukan hanya dengan agenda kencan, melainkan dengan doa bersama. Jadikan kasih Kristus sebagai fondasi, bukan sekadar perasaan semata. Saat rasa sepi muncul, jangan langsung menyalahkan pasangan, tetapi kembalilah kepada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan rumah tangga dan kehidupan manusia.

Sumber

  • JANGAN PACARAN KARENA KESEPIAN OLEH EV. BENALIA HULU, S.Pd.K., M.Pd
  • YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penyusun:

Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th


Komentar

Postingan Populer