MENEMUKAN HARTA DI BALIK LEMBARAN FIRMAN (MATIUS 4:4)
Banyak
dari kita memulai tahun dengan api semangat yang berkobar. Di antara deretan
resolusi, satu poin klasik hampir selalu muncul, yaitu keinginan untuk
menyelesaikan baca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Namun, mari jujur pada
diri sendiri. Sering kali api itu meredup saat kita mulai memasuki kitab-kitab
dengan silsilah panjang, hukum yang rumit, atau saat kesibukan mulai membajak
waktu kita. Kita pun mulai bertanya mengenai apa gunanya membaca semua ini dan
apa rahasianya agar kita tidak sekadar absen membaca, tapi benar-benar
mengalami transformasi hidup.
Rahasia
konsistensi sebenarnya bukan terletak pada seberapa cepat jempol kita membalik
halaman, melainkan pada bagaimana kita membiarkan Firman itu berakar dalam
hati. Mari kita renungkan Matius 4:4 yang berbunyi, "Tetapi Yesus
menjawab: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap
firman yang keluar dari mulut Allah." Dalam bahasa aslinya, Yunani, kata
firman di sini menggunakan kata Rhema. Jika Logos merujuk pada
firman Tuhan yang tertulis secara umum, Rhema menekankan pada firman
yang diucapkan secara spesifik untuk situasi hidup kita saat ini.
Yesus
sedang menegaskan bahwa Alkitab bukanlah sekadar buku sejarah berdebu atau
kumpulan aturan kuno. Membaca Alkitab adalah kebutuhan biologis bagi roh kita.
Sama seperti tubuh fisik yang akan lemas tanpa asupan nutrisi harian, roh kita
pun akan layu tanpa asupan Firman. Sukses menyelesaikan baca Alkitab satu tahun
bukanlah tentang disiplin yang keras semata, melainkan tentang rasa lapar.
Ketika kita menyadari bahwa setiap ayat adalah napas hidup, maka membaca
Alkitab bukan lagi menjadi beban, melainkan sebuah kebutuhan yang mendesak.
Alasan
utama mengapa kita harus membaca seluruh isi Alkitab adalah karena dari
Kejadian sampai Wahyu, Alkitab bercerita tentang satu Pribadi, yaitu Yesus
Kristus. Yesus adalah Logos yang menjadi daging dan Alkitab adalah
potret diri-Nya. Jika kita membaca Perjanjian Lama, kita melihat bayang-bayang
Kristus yang dijanjikan. Jika kita membaca Perjanjian Baru, kita melihat janji
itu digenapi dengan sempurna. Membaca Alkitab satu tahun penuh berarti kita
sedang berjalan bersama Yesus setiap hari. Tujuan akhir kita bukan sekadar
tamat membaca buku, melainkan menjadi semakin serupa dengan Sang Firman itu
sendiri. Tanpa melihat Yesus di dalam setiap lembarnya, Alkitab hanyalah tinta
di atas kertas. Namun bersama Kristus, setiap halaman adalah perjumpaan yang
mengubah hidup.
Lantas,
bagaimana kita bisa sukses berkomitmen dalam perjalanan ini? Pertama, kita
perlu membangun mezbah, bukan sekadar mengejar target. Jangan hanya fokus pada
berapa banyak pasal yang sudah kita centang, tetapi fokuslah pada satu pesan
yang Tuhan sampaikan untuk kita hari ini. Lebih baik membaca satu pasal dengan
pemahaman mendalam daripada lima pasal dengan terburu-buru. Kedua, jadikan
komunitas sebagai penopang. Kita tidak bisa berjalan sendirian, maka carilah
rekan atau keluarga untuk saling mengingatkan. Saat salah satu dari kita mulai
lelah, yang lain hadir untuk menguatkan. Ketiga, hadirkan Firman dalam
rutinitas. Alkitab tidak harus selalu dibaca dalam keheningan yang kaku. Kita
bisa memanfaatkan teknologi dengan mendengarkan audio Alkitab saat di
perjalanan atau saat bekerja. Intinya, biarkan telinga dan hati kita dipenuhi
oleh suara Tuhan lebih banyak daripada suara dunia.
Sahabat
dan saudara sekalian, perjalanan membaca Alkitab satu tahun adalah sebuah
maraton, bukan sprint. Jangan menyerah jika Anda sempat tertinggal satu atau
dua hari. Bangkitlah kembali dan mulailah lagi. Sebab di ujung perjalanan ini,
yang kita dapatkan bukan sekadar gelar sudah tamat baca Alkitab, melainkan hati
yang diperbarui dan pengenalan yang lebih dalam akan Tuhan. Mari kita
berkomitmen hari ini untuk hidup dari setiap kata yang keluar dari mulut Allah.
Selamat bertualang di dalam Firman-Nya. Amin.
Sumber
- MENEMUKAN HARTA DI BALIK LEMBARAN FIRMAN OLEH EV. SHINTA LESTARI ZENDRATO, S.Th
- YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar