DIPANGKAS UNTUK KEBAIKAN (YOHANES 15:2)

Ada seorang pria yang sangat mencintai tanaman hias di halaman rumahnya. Suatu hari ia memangkas habis daun-daun yang rimbun hingga tanaman itu tampak hampir “telanjang”. Tetangganya heran dan bertanya mengapa ia merusaknya. Pria itu menjawab bahwa ia tidak merusaknya, melainkan sedang menyelamatkannya. Jika cabang yang tua dan liar tidak dipotong, nutrisi hanya akan habis untuk daun, dan tanaman itu tidak akan pernah menghasilkan bunga.

Gambaran sederhana ini sering kali mencerminkan kehidupan manusia. Ada masa ketika hidup terasa seperti sedang “dipangkas”. Kenyamanan diambil, rencana berubah, bahkan hubungan yang sangat berarti bisa terlepas. Pada saat-saat seperti itu, kehidupan terasa kehilangan keindahannya. Namun, dalam Injil Yohanes 15:2, Yesus memberikan perspektif yang berbeda. Ia berkata bahwa setiap ranting yang berbuah justru dibersihkan agar dapat menghasilkan lebih banyak buah.

Pasal ini merupakan bagian dari percakapan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya sebelum penyaliban. Dalam suasana yang intim dan penuh makna, Ia menggunakan gambaran pokok anggur dan ranting untuk menjelaskan hubungan antara diri-Nya dan para pengikut-Nya. Dalam budaya Israel pada masa itu, kebun anggur adalah sesuatu yang sangat dikenal. Para petani memahami bahwa tanpa pemangkasan, tanaman hanya akan tumbuh rimbun dengan daun, tetapi miskin buah. Oleh karena itu, pemangkasan bukanlah tindakan merusak, melainkan bentuk perawatan yang penuh perhatian.

Demikian pula dalam kehidupan rohani, Tuhan terkadang mengizinkan proses yang tidak nyaman untuk membuang hal-hal yang menghambat pertumbuhan. Kesombongan, kebiasaan yang tidak sehat, atau beban yang tidak perlu sering kali harus “dipotong” agar hidup dapat bertumbuh dengan benar. Proses ini memang dapat terasa menyakitkan, tetapi di baliknya ada tujuan yang lebih besar, yaitu menghasilkan buah kehidupan seperti karakter yang matang, iman yang teguh, dan kasih yang nyata.

Pemangkasan bukanlah tanda penolakan, melainkan bukti bahwa Tuhan masih bekerja dalam kehidupan seseorang. Ketika ada bagian hidup yang terasa hilang atau berubah karena keadaan, penting untuk tidak hanya berfokus pada kehilangan itu. Lebih dari itu, perlu disadari siapa yang memegang “gunting” tersebut. Tuhan digambarkan sebagai Tukang Kebun yang penuh kasih, yang tidak pernah bekerja tanpa tujuan.

Dengan demikian, setiap proses yang tampaknya mengurangi justru dapat menjadi jalan menuju pertumbuhan yang lebih dalam. Di tangan Tuhan, tidak ada pemangkasan yang sia-sia. Semua diarahkan agar kehidupan menghasilkan buah yang lebih indah dan bermakna.

 

 Sumber

  • DIPANGKAS UNTUK KEBAIKAN OLEH EV. SHINTA LESTARI ZENDRATO, S.Th
  • YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penulis

Shinta Lestari Zendrato, S.Th

 

Komentar

Postingan Populer