TAK ADA KATA PENSIUN (MAZMUR 92:15)
Dunia sering kali menetapkan batasan usia terhadap
produktivitas manusia. Istilah pensiun kerap dipandang sebagai titik akhir dari
sebuah peran dan kegunaan. Namun, dalam terang iman, tidak ada masa purnabakti
selama napas masih ada. Panggilan untuk menjadi berkat tetap melekat dalam
setiap tahap kehidupan.
Mazmur
92:15 menegaskan bahwa pada masa tua pun seseorang tetap dapat berbuah dan
tetap segar. Ini bukan sekadar janji, melainkan kebenaran yang nyata dalam
kehidupan orang percaya. Usia tidak membatasi karya Tuhan, justru sering kali
menjadi ruang di mana kesetiaan-Nya semakin terlihat.
Kisah
Kaleb bin Yefune dalam Kitab Yosua pasal 14 menjadi bukti yang kuat. Pada usia
delapan puluh lima tahun, Kaleb tidak memilih jalan yang mudah. Ia tidak
meminta masa istirahat, melainkan dengan iman yang teguh memohon pegunungan
Hebron yang penuh tantangan dan musuh. Kaleb memahami bahwa kekuatan sejati
tidak berasal dari kondisi fisik semata, tetapi dari hati yang tetap berpegang
pada janji Tuhan sejak masa muda. Bertambahnya usia bukanlah kemunduran,
melainkan kesempatan untuk menyaksikan penyertaan Tuhan yang tidak pernah
berkurang.
Memang,
ada masa ketika tubuh tidak lagi sekuat dahulu. Namun, itu bukan berarti peran
berhenti. Doa yang tekun, nasihat yang penuh hikmat, dan kehadiran yang
meneguhkan bagi generasi berikutnya adalah buah yang sangat berharga. Justru
pada masa inilah kedewasaan rohani mencapai puncaknya, menghasilkan dampak yang
lebih dalam dan bermakna.
Usia
lanjut bukan alasan untuk menarik diri, melainkan kesempatan untuk memancarkan
terang dengan cara yang lebih bijaksana. Hidup yang telah ditempa waktu
memiliki kekuatan untuk menginspirasi, membimbing, dan menguatkan orang lain.
Teladan
tertinggi dari pengabdian yang utuh terlihat dalam Yesus Kristus. Pelayanan-Nya
tidak diukur dari panjangnya usia, melainkan dari ketaatan yang sempurna hingga
akhir. Dari hidup-Nya, kita belajar bahwa nilai sebuah kehidupan terletak pada
kesetiaan kepada kehendak Tuhan.
Melalui
Kristus, setiap orang percaya menerima kekuatan yang baru setiap hari. Ada
jaminan bahwa setiap usaha yang dilakukan di dalam Tuhan tidak akan pernah
sia-sia, berapa pun usia kita. Dia adalah sumber air hidup yang membuat setiap
pribadi yang melekat kepada-Nya tetap segar dan terus berbuah hingga akhir
hidup.
Karena
itu, selama Tuhan masih memberikan waktu, selalu ada makna untuk dijalani dan
selalu ada kesempatan untuk menjadi berkat. Hidup yang berakar pada Tuhan tidak
mengenal kata selesai, melainkan terus bertumbuh, terus memberi, dan terus
berbuah dalam setiap musim kehidupan.
Sumber
- TAK ADA KATA PENSIUN OLEH EV. SHINTA LESTARI ZENDRATO, S.Th
- YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penyusun:
Ev. Shinta Lestari Zendrato,
S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar