TERJERAT (IBRANI 12:1)

 

Pernahkah Anda mencoba berlari sambil membawa beban berat atau mengenakan pakaian yang sempit dan membatasi gerakan? Hal itu tentu sangat menyulitkan. Gerakan menjadi terbatas, tubuh cepat lelah, bahkan risiko terjatuh semakin besar. Gambaran ini menolong kita memahami kehidupan rohani. Banyak orang percaya tidak dapat maju dan bertumbuh karena masih terjerat oleh berbagai beban dan dosa yang mengikat.

Setiap orang percaya dipanggil untuk menjalani perlombaan iman. Namun dalam kenyataannya, tidak sedikit yang terhambat oleh hal-hal yang seharusnya ditinggalkan, seperti dosa tersembunyi, luka masa lalu, keinginan duniawi, atau ketakutan yang belum diserahkan kepada Tuhan. Firman Tuhan mengajak setiap orang untuk menyadari keadaan ini, bangkit, dan melepaskan segala sesuatu yang menjadi jerat dalam kehidupan rohani.

Dalam Surat Ibrani, penulis berbicara kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami tekanan dan penderitaan karena iman mereka. Mereka menghadapi godaan untuk mundur, bahkan kembali kepada kehidupan lama yang terasa lebih aman. Setelah memaparkan teladan para pahlawan iman dalam pasal 11, penulis melanjutkan dengan ajakan yang tegas dalam pasal 12 ayat 1, yaitu agar mereka menanggalkan setiap beban dan dosa yang menghalangi, serta terus berlari dengan tekun dalam perlombaan iman.

Kehidupan Kristen bukanlah perjalanan yang santai, melainkan sebuah perlombaan yang menuntut ketekunan, disiplin, dan fokus. Hambatan terbesar tidak selalu datang dari luar, tetapi justru dari dalam diri sendiri, yaitu dosa dan beban yang membelit.

Istilah “terjerat” menggambarkan sesuatu yang melilit, menahan, dan membatasi langkah seseorang. Dosa dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kebiasaan yang tidak baik, sikap hati yang keliru, atau ketidaktaatan yang terus dipelihara. Sementara itu, beban bisa berupa kekhawatiran, ambisi pribadi yang berlebihan, luka batin, atau tekanan hidup yang tidak diserahkan kepada Tuhan.

Karena itu, setiap orang perlu dengan jujur mengidentifikasi apa yang sedang menjerat kehidupan rohaninya. Apakah itu kepahitan yang belum diselesaikan, rasa takut yang terus menguasai, atau kebiasaan tersembunyi yang menghambat pertumbuhan iman. Firman Tuhan memanggil untuk menanggalkan semuanya, yaitu melepaskan dan menyerahkannya sepenuhnya kepada Tuhan tanpa menyimpannya kembali. Setelah itu, orang percaya dipanggil untuk tetap berlari dengan tekun, tidak berhenti, dan terus mengarahkan pandangan kepada tujuan rohani.

Pada akhirnya, apa pun yang sedang menjerat kehidupan rohani, baik dosa, beban pikiran, maupun kebiasaan lama, Tuhan mengundang untuk melepaskannya. Jangan biarkan jerat itu menghalangi perjalanan iman. Pandanglah kepada Yesus Kristus, bersandarlah pada kasih dan kuasa-Nya, dan teruslah melangkah dengan setia. Di dalam Kristus, tidak ada jerat yang terlalu kuat untuk dilepaskan.

Lepaskan jeratnya, berlarilah dengan iman, dan raihlah kemenangan bersama Kristus.


Sumber

  • TERJERAT OLEH Ev. FERONI HULU, S.Th
  • YOUTUBE GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
  • WEB GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/

Penulis

Shinta Lestari Zendrato, S.Th


Komentar

Postingan Populer