BUKAN AKALKU, TAPI ALLAH YANG KUANDALKAN (AMSAL 3:5-6)
Pernah
terbayang menggunakan aplikasi navigasi saat perjalanan, tetapi sinyal GPS
tiba-tiba hilang. Arah menjadi tidak jelas, lalu mulai mengandalkan insting
sendiri dengan keyakinan yang belum tentu benar. Pada akhirnya, bukannya sampai
tujuan, justru tersesat. Gambaran ini mengingatkan bahwa hidup yang hanya
mengandalkan pengertian sendiri sering kali membawa pada arah yang keliru.
Firman
Tuhan dalam Kitab Amsal 3:5-6 memberikan arahan yang jelas, yaitu untuk percaya
kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian sendiri.
Tuhan mengundang untuk menyerahkan setiap langkah kepada-Nya, dengan janji
bahwa Ia akan meluruskan jalan yang dijalani.
Pada
zaman penulisan Amsal, bangsa Israel hidup di tengah tekanan dan godaan untuk
bergantung pada kekuatan manusia, baik melalui aliansi politik, kekuatan
militer, maupun ilah-ilah lain. Namun Tuhan mengingatkan bahwa sumber hikmat
sejati bukan berasal dari manusia, melainkan dari Dia sendiri. Ini menjadi
pengingat bahwa jawaban hidup tidak ditemukan hanya melalui logika atau rencana
pribadi, tetapi melalui iman dan penyerahan kepada Tuhan.
Kebenaran
ini digenapi dengan sempurna dalam Yesus Kristus yang adalah jalan, kebenaran,
dan hidup. Di dalam Dia, bukan hanya ditemukan arah, tetapi juga penyertaan
yang nyata. Melalui Roh Kudus, setiap orang percaya dimampukan untuk berjalan
dalam hikmat Allah, bahkan ketika keadaan tidak mudah dipahami.
Hidup
yang percaya kepada Tuhan berarti belajar berserah sepenuhnya, bukan hanya pada
saat keadaan baik, tetapi juga dalam kesulitan. Tidak mengandalkan pengertian
sendiri berarti memiliki kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan, dan
memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja. Mengakui Tuhan dalam segala hal berarti
melibatkan Dia dalam setiap keputusan, baik yang besar maupun yang kecil.
Hari
ini menjadi pengingat untuk tidak berjalan sendiri dengan kekuatan dan
pemikiran yang terbatas. Ada undangan untuk hidup dalam iman, mempercayakan
setiap langkah kepada Tuhan, dan membiarkan Dia yang menuntun arah kehidupan.
Dalam penyertaan-Nya, jalan yang ditempuh akan diluruskan sesuai dengan
kehendak-Nya yang sempurna.
Sumber
- BUKAN
AKALKU, TAPI ALLAH YANG KUANDALKAN OLEH EV. BENALIA HULU, S.Pd.K., M.Pd.
- YOUTUBE
GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB
GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penulis
Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar