PEMIMPIN TAKUT, ATAU DITAKUTI? (2 SAMUEL 23:3-4)
Dalam kehidupan masa kini, banyak orang memandang
bahwa seorang pemimpin harus kuat, tegas, bahkan menakutkan. Pemimpin yang
tidak mampu membuat orang lain segan atau tunduk sering kali dianggap lemah.
Tidak jarang kita mendengar anggapan bahwa seorang pemimpin harus bersikap
keras agar dihormati. Pandangan seperti ini telah menjadi pola pikir umum dalam
masyarakat.
Namun,
firman Tuhan justru menunjukkan prinsip yang berbeda. Daud, seorang raja besar,
menyatakan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang memerintah dengan adil dan
takut akan Allah. Hal ini menegaskan bahwa ukuran kepemimpinan bukan terletak
pada seberapa besar rasa takut orang lain terhadap dirinya, melainkan pada
apakah ia sendiri hidup dalam takut akan Tuhan. Dalam bagian yang disampaikan
oleh Daud, ditegaskan bahwa Allah adalah Raja sejati, sumber dari segala
kepemimpinan. Dari pemahaman ini, terdapat beberapa prinsip penting mengenai
kepemimpinan.
Pertama,
sumber kepemimpinan yang benar berasal dari Allah. Daud menyadari bahwa
kepemimpinan bukan sekadar hasil dari kemampuan pribadi, kecerdasan, atau latar
belakang, melainkan panggilan dari Tuhan. Seorang pemimpin sejati memahami
bahwa dirinya hanyalah pelaksana kehendak Allah, bukan penguasa mutlak. Oleh
karena itu, setiap keputusan yang diambil seharusnya didasarkan pada relasi
yang hidup dengan Tuhan melalui doa dan pergumulan pribadi. Kesadaran ini
menolong pemimpin untuk tetap rendah hati dan bergantung kepada Tuhan dalam
menjalankan tugasnya.
Kedua,
kepemimpinan yang adil lahir dari rasa takut akan Tuhan. Keadilan manusia
sering kali dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, kelompok, atau tekanan dari
lingkungan. Jika keadilan hanya didasarkan pada standar manusia, maka keadilan
tersebut mudah menjadi tidak objektif. Sebaliknya, keadilan yang sejati lahir
dari hati yang takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan bukan berarti ketakutan yang
membuat seseorang menjauh, melainkan sikap hormat, tunduk, dan mengakui bahwa
Allah adalah otoritas tertinggi. Dari sikap inilah lahir keputusan yang benar,
adil, dan penuh hikmat.
Melalui
kedua prinsip ini, terlihat bahwa Alkitab menghadirkan sudut pandang yang
berbeda dari cara dunia memandang kepemimpinan. Dunia cenderung mengagungkan
pemimpin yang keras dan menakutkan, tetapi firman Tuhan menekankan bahwa
pemimpin yang baik adalah mereka yang takut akan Tuhan. Daud sendiri telah
memberikan teladan ketika ia memiliki kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi ia
memilih untuk tidak melakukannya karena ia menghormati Tuhan.
Sesungguhnya,
setiap orang adalah pemimpin. Kepemimpinan tidak hanya terbatas pada mereka
yang memiliki jabatan atau memimpin banyak orang, tetapi juga berlaku dalam
lingkup kehidupan sehari hari. Seseorang memimpin dalam keluarga, di tempat
kerja, di lingkungan pendidikan, di gereja, bahkan dalam mengatur dirinya
sendiri. Oleh karena itu, pertanyaan yang penting untuk direnungkan adalah
apakah kita berusaha membuat orang lain takut kepada kita, ataukah kita sendiri
hidup dalam takut akan Tuhan.
Evaluasi
diri menjadi hal yang penting dalam hal ini. Setiap keputusan, perkataan, dan
tindakan perlu diuji, apakah semuanya lahir dari rasa hormat kepada Tuhan atau
sekadar untuk menjaga citra dan wibawa diri di hadapan manusia. Kepemimpinan
yang berkenan kepada Tuhan tidak berfokus pada pencitraan, melainkan pada
ketaatan.
Yesus
Kristus adalah teladan tertinggi dalam kepemimpinan yang takut akan Allah.
Dalam Filipi 2 ayat 6 sampai 8, Ia menunjukkan kerendahan hati dengan tidak
mempertahankan hak-Nya, melainkan merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu
salib. Ia tidak memimpin dengan menakut-nakuti, melainkan dengan kasih,
pengorbanan, dan ketaatan kepada Bapa. Dari teladan ini, jelas bahwa
kepemimpinan Kristen sejati adalah kepemimpinan yang berakar pada hubungan yang
benar dengan Tuhan.
Dengan
demikian, pemimpin sejati bukanlah mereka yang disegani karena kekuasaan,
ditakuti karena ancaman, atau diikuti karena tekanan. Pemimpin sejati adalah
mereka yang hidup dalam takut akan Tuhan, sehingga mampu menghadirkan keadilan,
kebenaran, dan kasih bagi orang orang yang dipimpinnya.
Sumber
· PEMIMPIN
TAKUT, ATAU DITAKUTI? OLEH SDRI. JELIA FRISDA PURBA
- YOUTUBE
GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB
GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penulis
Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar