SETIAP LANGKAH-KU DIATUR OLEH TUHAN (AMSAL 16:9)
Dalam
perjalanan hidup ini tidak jarang kita merasa berada di tengah kebingungan.
Kita sudah merencanakan banyak hal dengan rapi, mulai dari pendidikan,
pekerjaan, hingga hubungan, tetapi tiba tiba semuanya berubah. Dalam situasi
seperti itu, muncul pertanyaan dalam hati, apakah kita telah salah melangkah.
Pergumulan seperti ini adalah hal yang sangat manusiawi, karena setiap orang
pernah mengalaminya dalam berbagai bentuk.
Ada
sebuah lagu rohani yang menguatkan banyak orang dalam menghadapi ketidakpastian
hidup, yaitu “Tiap Langkahku Diatur oleh Tuhan” yang ditulis oleh W. Elmo
Mercer. Lagu ini mengandung kesaksian iman yang lahir dari pergumulan nyata.
Dalam liriknya tergambar bahwa penulis pernah mengalami iman yang goyah, bukan
karena satu peristiwa besar, melainkan karena pergulatan batin saat menghadapi
ketidakpastian hidup. Ia menggambarkan momen ketika imannya mulai lemah dan
jalannya terasa hampir tersesat. Namun di tengah kondisi tersebut, ia memilih
untuk kembali memandang kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan dan penuntun
hidupnya.
Firman
Tuhan dalam Kitab Amsal pasal 16 ayat 9 mengingatkan bahwa hati manusia
merencanakan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. Ayat
ini menunjukkan keseimbangan yang indah antara usaha manusia dan kedaulatan
Tuhan. Manusia dipanggil untuk berpikir, merencanakan, dan berusaha dengan
sungguh sungguh. Namun pada akhirnya, Tuhanlah yang memegang kendali atas arah
hidup kita. Pada zaman Raja Salomo, ketika ayat ini dituliskan, manusia hidup
tanpa berbagai fasilitas modern yang mempermudah pengambilan keputusan. Meski
demikian, mereka memiliki iman yang teguh kepada Allah yang hidup, yang
memimpin setiap langkah mereka.
Dalam
Perjanjian Baru, teladan yang sempurna terlihat dalam kehidupan Yesus Kristus.
Setiap langkah hidup-Nya merupakan bentuk ketaatan kepada kehendak Bapa. Ia
sendiri berkata bahwa Ia datang bukan untuk melakukan kehendak-Nya sendiri,
melainkan kehendak Dia yang mengutus-Nya. Bahkan dalam perjalanan menuju salib,
Ia tetap setia berjalan sesuai dengan rencana Allah. Hal ini menunjukkan bahwa
penyerahan kepada Tuhan bukanlah tanda kelemahan, melainkan wujud iman yang
sejati.
Oleh
karena itu, sebagai orang percaya, kita diajak untuk tetap merencanakan hidup
dengan bijaksana, tetapi menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Kita tidak perlu
takut ketika rencana tidak berjalan sesuai keinginan, karena Tuhan sanggup
memakai setiap kegagalan untuk membentuk karakter dan membuka jalan yang baru.
Dalam setiap keputusan, baik yang besar maupun yang kecil, penting bagi kita
untuk melibatkan Tuhan melalui doa dan kepekaan terhadap pimpinan-Nya.
Pada
akhirnya, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak hanya peduli pada tujuan akhir
hidup kita, tetapi juga pada setiap langkah yang kita jalani. Ia menyertai,
memimpin, dan bekerja bahkan ketika kita belum melihat hasilnya. Oleh sebab
itu, jangan hidup dalam kecemasan, melainkan hiduplah dalam iman dan ketaatan.
Di dalam tangan Tuhan, hidup kita memiliki arah yang jelas, makna yang dalam,
dan pengharapan yang tidak pernah sia sia.
Sumber
· SETIAP
LANGKAH-KU DIATUR OLEH TUHAN OLEH EV. BENALIA HULU, S.Pd.K., M.Pd
- YOUTUBE
GSRI TOMANG: https://youtu.be/UtG8W0Ju6Ac?si=QXk1MAMJsh1O70en
- WEB
GSRI TOMANG: https://www.gsrit.id/
Penulis
Shinta Lestari Zendrato, S.Th
.png)

Komentar
Posting Komentar